Strategi Pendampingan Guru dan Aktivitas Membaca Buku Cerita untuk Meningkatkan Minat Baca di SD 01 Pondok
Sukoharjo (20/07/2024) - Meningkatkan minat baca di kalangan siswa adalah salah satu kunci utama dalam membangun budaya literasi yang kuat. Di era digitalisasi yang semakin berkembang dengan kemudahan yang ditawarkan semakin menggeser minat siswa dalam membaca. Keadaan ini sangat membuat prihatin, siswa lebih merasa terhibur dengan bermain gadget dibandingkan membaca buku.
Dengan ini salah satu mahasiswi KKN Tim II UNDIP 2023/2024 Salva Dwi Nuraini yang berasal dari Fakultas Ilmu Budaya program studi Sastra Indonesia, berupaya melakukan kegiatan pendampingan kepada guru SD 01 Pondok terkait pendekatan-pendekatan kepada anak dalam menumbuhkan minat baca.
Kegiatan pendampingan ini tidak hanya dilakukan pada guru 01 Pondok saja, tetapi terdapat kegiatan bercerita bersama siswa-siswi SD 01 Pondok. Hal ini bertujuan diharapkan wali kelas dapat mengetahui permasalahan yang ada, sehingga proses pendampingan dilakukan berdasarkan kasus yang ada. Dalam proses pendampingan mahasiswi melakukan kegiatan membaca bersama siswa dan siswi selama 20 menit, kemudian diikuti dengan salah satu siswa maju kedepan untuk membacakan secara garis besar mengenai apa yang dibacakannya.
Pendampingan guru dan kegiatan membaca buku cerita bersama merupakan dua strategi yang saling melengkapi dalam upaya menumbuhkan minat baca di SD 01 Pondok. Melalui pendampingan guru, dukungan berkelanjutan, dan penerapan strategi pengajaran yang inovatif, serta pelaksanaan kegiatan membaca bersama yang menyenangkan, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung dan memotivasi siswa untuk menjadi pembaca yang antusias. Upaya ini tidak hanya akan meningkatkan keterampilan membaca siswa tetapi juga pilar yang kuat untuk kecintaan mereka terhadap literasi sepanjang hayat.
*Penulis: Salva Dwi Nuraini, Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Sastra Indonesia
DPL: Dr. techn. Asep Muhamad Samsudin, S.T., M.T.